5 Metode Mengamankan WhatsApp supaya Tidak Disadap

Aksi pembajakan ataupun peretasan lewat aplikasi pesan praktis WhatsApp masih kerap terjalin, ditambah lagi banyak permasalahan yang menyasar figur publik.

Tidak menutup mungkin peristiwa yang sama pula dapat terjalin di banyak pengguna WhatsApp. Tetapi tidak butuh takut, ada 5 metode buat mengamankan akun WhatsApp supaya tidak disadap ataupun diretas, selaku berikut:

Amati pula: Metode Mengembalikan File WhatsApp yang Terhapus

1. Logout WhatsApp Web

WhatsApp memperluas pemakaian layanan mereka di browser sehingga bisa diakses lewat pc individu.( CNN Indonesia/ Aditya Panji) Gambar: CNN Indonesia/ Aditya Panji

Ilustrasi. Metode mengamankan WhatsApp supaya tidak disadap merupakan mulai dengan me- logout WhatsApp Web

Buat menjauhi penyadapan WhatsApp melalui aplikasi yang meniru WhatsApp Website, pengguna dapat mengecek fitur apa saja yang memakai akun kamu melalui WhatsApp Website.

Klik opsi titik 3 di kanan atas

Klik WhatsApp Web https://www.pondband.net

Timbul catatan fitur yang login dengan akun Anda

Seleksi logout dari seluruh perangkat

2. Aktifkan Verifikasi 2 Faktor

Metode buat mengamankan akun WhatsApp Kamu yang berikutnya merupakan mengaktifkan verifikasi 2 aspek.

Ini merupakan opsi buat mengirimkan kode 6 angka masing- masing pengguna masuk dengan no Whatsapp terdaftar ke fitur baru, semacam dikutip The Verge.

Kode ini berbeda dengan OTP. Metode ini digunakan supaya orang tidak dapat masuk begitu saja ke akun Whatsapp pengguna serta membajak melalui kode QR.

Klik opsi titik 3 di kanan atas

Setting
Account
Two Step Verification

Klik Enable

Masukkan 6 kode rahasia yang dipilih

Masukkan email buat memulihkan kata kunci bila pengguna kurang ingat.

3. Aktifkan Pemindai Sidik Jari

Kunci Sidik Jari WhatsAppFoto: Dok. WhatsApp

Ilustrasi. Metode mengamankan WhatsApp supaya tidak disadap merupakan dengan memasang kunci sidik jari

Supaya tidak sembarang pengguna dapat masuk ke akun WhatsApp Kamu serta memindai kode QR buat menyadap, pengguna dapat aktifkan fitur pemindai sidik jari.

Klik opsi titik 3 di kanan atas

Klik Privasi

Klik kunci sidik jari

Aktifkan

Pengguna hendak dimohon buat merekam sidik jari

Whatsapp memohon pengguna memilah berapa lama aplikasi hendak terkunci otomatis, lekas, sehabis 1 menit, ataupun sehabis 30 menit.

4. Pasang ulang WhatsApp

Metode buat mengamankan akun WhatsApp supaya tidak disadap berikutnya merupakan dengan instal ulang WhatsApp.

Perihal ini dapat diterapkan bila Kamu terlanjur mengeklik Oke dikala terdapat peringatan buat memindahkan akun semacam disebutkan tadinya.

Tetapi, dengan catatan Kamu masih senantiasa memakai no yang didaftarkan pada WhatsApp tersebut. Karena, kode OTP WhatsApp hendak dikirimkan ke no yang terdaftar.

5. Nonaktifkan akun.

Bila akun WhatsApp sudah diretas, nonaktifkan akun buat membenarkan tidak terdapat yang memakai akun WhatsApp.

Triknya dengan mengirim email ke sokongan WhatsApp di support@whatsapp. com dengan frasa” Lenyap/ Dicuri: Silakan nonaktifkan akun aku” di tubuh email, semacam ditulis India Today.

Sehabis penonaktifan sukses, Kamu mempunyai 30 hari buat mengaktifkan kembali akun Kamu saat sebelum dihapus seluruhnya.

Amati pula: Fitur Baru Signal yang Diprediksi Mirip WhatsApp

Lalu, gimana identitas akun WhatsApp dibajak?

─░stanbul, Turkey- July 14, 2015: Hands holding a iPhone 6 Plus displaying WhatsApp messaging application. iPhone is a touchscreen smart phone produced by Apple Inc. Gambar: istockphoto/ hocus- focus

─░lustrasi. 5 identitas akun WhatsApp dibajak.

1. Keluar dari akun WhatsApp dengan sendirinya

WhatsApp tidak dapat digunakan pada 2 ponsel bertepatan. Sehingga bila no yang sama digunakan pada fitur lain, hingga WhatsApp hendak mengirimkan kode OTP ke no ponsel yang didaftarkan.

Bila pengguna seketika menerima kode OTP serta keluar dari aplikasi WhatsApp mereka dengan sendirinya terdapat mungkin no mereka dikloning oleh orang lain.

Tetapi, buat melaksanakan kloning no, pelakon mesti mempunyai akses terhadap kartu SIM korban buat melaksanakan pengkloningan.

2. Pesan sudah terbaca

Bila Kamu sempat menciptakan ciri pesan telah terbaca sementara itu belum sempat Kamu buka, dapat jadi akun WhatsApp Kamu sudah dikloning.

Pesan telah terbaca diisyarati dengan 2 centang biru di bagian kanan dasar pesan. Ciri ini dapat dinonaktifkan di bagian pengaturan.

Bila ciri ini tidak diaktifkan, hingga pengguna tidak dapat memandang apakah pesan telah terbaca ataupun belum.

3. Mengirim pesan yang tidak dikirim pengguna

Bila terdapat pesan yang dikirim ke kontak tertentu tanpa sepengetahuan kita, dapat jadi akun WhatsApp Kamu sudah dibajak.

4. Online sementara itu nonaktif

Bila akun pengguna nampak online di aplikasi WhatsApp orang lain, sementara itu kita tidak lagi membuka aplikasi WhatsApp di ponsel maupun WhatsApp website dapat jadi gejala kalau akun WA tengah dibajak.

5. Log fitur yang tidak dikenal

Perhatikan fitur apa saja yang mengakses WhatsApp Kamu memakai WhatsApp website. Bila terdapat fitur yang tidak diketahui, tutup akses dari fitur tersebut. Berikut triknya.

Android:

Pada tab Chat, ketuk menu pada titik 3 di kanan atas.

Seleksi WhatsApp Web

Cek fitur yang tersambung, bila terdapat fitur tidak diketahui, seleksi keluar( log out) dari fitur ataupun seleksi keluar dari seluruh fitur.

iOS:

Seleksi Seting ataupun Pengaturan di kanan bawah

Seleksi WhatsApp Website/ Desktop

Cek fitur yang tersambung, bila terdapat fitur tidak diketahui geser kanan serta seleksi log out ataupun seleksi keluar dari segala fitur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *